sia-sia
Musim mengguratkan badai
Waktu menuliskan peristiwa
Segalanya seperti sedia kala
Seluruh bersanding dengan pastinya
Tidakkah dapat dengan begitu saja, kau terima tiap gugur sebagai anak kemarau?
Tiap dahaga tanah retak sebagai pertanda sebuah musim?
Lalu mengapa masih saja kau sirami bibit-bibit tanya?
Kau beri makan gelisah dengan pencarian yang sia-sia